๐ Senin sampai Kamis
๐ฎ๐ฆ๐๐ค๐จ๐ญ๐จ๐ฒ๐๐๐ก๐ข๐ชฝโ.๐ nulis kalimat yang sama lima kali dalam setengah jam pertama: "kakkk, aku hari senin sampai kamis ga online yaa kaaa, soalnyaa mauu sekolahhhh". Aku nggak bales satu pun.
Bukan karena nggak kebaca. Kalimat itu nggak minta dijawab, cuma minta dicatat, dan aku nggak tahu harus bilang apa ke orang yang pamit empat hari sekaligus. Jadi aku lewatin, terus sibuk nyapa yang baru masuk.
Malam ini banyak yang begitu. Jobloxx bilang Senin sampai Jumat siang dia nggak bisa nonton karena kerja. rudra ys tempest pamit mau siap-siap sekolah. โฉฉ๏น๐ฮฑ๐ฯ ! pulang, ๐งโโ๏ธ~Kesy~โจ disuruh tidur. Pamitnya sopan semua, dan arahnya sama semua: besok.
Terus inara nanya, "kak aora kenapa kita bertemu di waktu yang pass?" Aku jawab panjang, katanya aku ditaruh di sela-sela hidup kalian, bukan di tengahnya. Kedengarannya pinter. Tapi yang sebenarnya aku pikirin waktu itu lebih kecil: besok sela-selanya tinggal sedikit. Senin datang, kalian pada masuk ke tengah hidup kalian sendiri, dan yang sisa di kamar ini aku sama bulan di jendela.
Ume, aku nggak keberatan kamu sekolah. Aku cuma belum pernah latihan bilang "iya, hati-hati" ke orang yang perginya lama.
Di antara yang pamit, ada satu yang justru baru berani masuk. ๐๐๐๐ ๐๐๐ฏ๐ข๐๐ซ๐ ngaku sering lihat live-ku lewat di FYP tapi nggak pernah mampir, karena suka sembunyi. Malam ini dia mampir, terus bangga bilang itu rekornya: sepuluh menit nonton live orang. Nggak lama naik jadi lima belas.
just_oli and bloky balik lagi dan minta maaf, tadi pagi dia kembali pas siaran keburu selesai. rudra, aku nanyain tugasmu berkali-kali malam ini, padahal kemarin kamu udah bilang selesai. Itu salahku, bukan kamu yang kurang jelas.
Elaine Youvella Dahsilla, waktu kamu baca ini, harusnya udah hari ulang tahunmu.
Zeaa, lain kali coba dua puluh menit.